Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Pengaruhi Pertumbuhan, Jangan Abaikan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak

Home / Kesehatan / Pengaruhi Pertumbuhan, Jangan Abaikan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak
Pengaruhi Pertumbuhan, Jangan Abaikan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak ilustrasi anak sakit gigi (Foto: childdental)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) mengimbau para orang tua lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut anaknya secara kontinyu, bukan saat sakit saja.

"Walaupun gigi sulung anak kelak terganti dengan gigi tetap, orang tua sebaiknya tetap memperhatikan kesehatannya. Jangan ke dokter gigi ketika gigi sakit saja, karena anak-anak cenderung tidak mau giginya disentuh kalau sakit," ucap Ketua IDGAI Pusat Udijanto Tedjosasongko.

Kepala Jurusan Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya itu juga berpesan jika masalah rongga mulut anak-anak harus dipantau karena dapat mengganggu proses belajar dan perkembangan tubuhnya.

Jika anak mengalami masalah rongga mulut maka itu akan membuatnya sulit mengunyah sehingga tak bisa mengonsumsi nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang. "Mencegah lebih baik daripada mengobati, pendekatannya yaitu dengan datang untuk konsultasi ke dokter gigi anak," imbuhnya.

Selain itu, penggunaan pasta gigi juga perlu diperhatikan karena sejatinya diperuntukkan bagi anak yang sudah bisa berkumur. Jika tertelan dalam jumlah yang banyak dan terus menerus, maka pasta gigi justru bisa menyebabkan fluorosis gigi.

Sementara masalah gigi dan mulut sering ditemui karena masih kurangnya pemahaman masyarakat untuk menjaga kesehatannyadengan baik sejak usia dini. "Kesehatan gigi belum menjadi prioritas. Kalau sejak anak-anak sudah salah (merawat gigi), maka bisa berlanjut sampai dewasa," tutur Udijanto.

Ia menganjutkan jika perawatan paling mudah adalah dengan membersihkan gigi secara benar untuk menghindari penumpukan kotoran atau plak yang menjadi penyebab berbagai masalah gigi.

Selain rutin membersihkan gigi, masyarakat juga dianjutkan kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan sekali guna memastikan kesehatan rongga mulut. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com