Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

MI Murni Sunan Drajat Kirim Siswa Ikuti Kompetisi Internasional

Home / Pendidikan / MI Murni Sunan Drajat Kirim Siswa Ikuti Kompetisi Internasional
MI Murni Sunan Drajat Kirim Siswa Ikuti Kompetisi Internasional Siswa MI Murni Sunan Drajat Rafel Dzinun Muhammad (berada depan mengenakan baju putih biru) saat menjalani karangtina di Bogor. (Foto: MI Murni Sunan Drajat for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Murni Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kembali mengirimkan peserta didiknya untuk berkompetisi di tingkat internasional.

Adalah, Rafel Dzinun Muhammad yang menjadi wakil MI Murni Sunan Drajat untuk mengikuti IMC (International Mathematics Contes) di Singapura pada tanggal 4-7 Agustus 2017.

“Betul, kebetulan putranya pak Dr. Fathurrahman Sueb, Dosen Unisla,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MI Murni Murni Sunan Drajat, Azmil Futihaturrizqiyyah, Kamis (3/8/2017).

Menurut Azmil, siswa kelas V ini, tergabung bersama dengan 130 pelajar tingkat SD hingga SMA untuk mengikuti IMC. Saat ini, Rafel masuk program karantina di Bogor.

Kompetisi-MatematikaoDAF4.jpg

Bersama 130 pelajar lainnya, Rafel berkumpul sejak 28 Juli sampai 3 Agustus 2017 di Ole Suite Hotel, Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk diberi bekal dalam bidang Matematika dan Bahasa Inggris dan materi-materi lainnya.

Azmil berharap, Rafel mampu menorehkan prestasi terbaik di ajang internasional ini dalam menjalankan tugas mengharumkan nama MI Murni dan bangsa di kancah internasional.

“Semoga ananda bisa mendapatkan juara minimal perunggu, sehingga bisa mengharumkan nama MI Murni Sunan Drajat,” kata Azmil.

Namun, harapan itu tidak dimaknai sebagai beban dalam berkompetisi, namun sebagai kebanggaan dan kehormatan karena membawa nama bangsa di kancah internasional.

“Kalau toh belum dapat setidaknya ananda sudah berkompetisi di tingkat international, karena medali adalah bonus sebuah kompetisi.  Sekaligus bisa membuktikan bahwa madrasah bisa,” tuturnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com