Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017
MTQ Mahasiswa Nasional 2017

Menyandang Tuna Netra, Misbah Malah Semangat Hafalkan Al Quran

Home / Peristiwa / Menyandang Tuna Netra, Misbah Malah Semangat Hafalkan Al Quran
Menyandang Tuna Netra, Misbah Malah Semangat Hafalkan Al Quran Misbahul Arifin, Mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo. (Foto: Senda/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, MALANG – Dua ribuan peserta MTQ Mahasiswa Nasional 2017, di Malang, Jawa Timur. Misbahul Arifin adalah salah satunya. Mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo ini mengikuti Musabaqah Hifzhil Qur'an 10 juz.

Dia bersama 101 kafilah lainnya, berusaha meraih nilai terbaik untuk lomba hafalan Al Quran ini. Meski kedua matanya tak mampu melihat, bukan halangan bagi Misbah.

Semasa SMA, pemuda kelahiran Kudus Jawa Tengah ini pernah meraih juara 2 MTQ hifzhil 5 juz se-Kabupaten Klaten. Saat itu dia masih kelas 2 di SMA Al Mutaqqien Pancasila Sakti Klaten. Awal kuliah, dia pernah mengikuti lomba MTQ se-Jawa.

MTQ mahasiswa tingkat nasional di Malang menjadi pengalaman dan kesempatan pertamanya. Terucap rasa bangga dari suara baritonnya, bisa tampil di event besar. 

"Bangga ya, karena sebagai mahasiswa difabel bisa diterima di acara MTQ mahasiswa apalagi tingkat nasional," ujar Misbah yang ditemui TIMES Indonesia usai lomba di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang.

Dia pun merasa senang bisa bertambah teman dan pengalaman di ajang ini. Tak salah bila dirinya berniat menunjukkan eksistensi diri sebagai difabel, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. 

Di usia yang belum genap 20 tahun, Misbah cukup bijak menyikapi permasalahan, termasuk kondisinya sendiri. Menyandang tuna netra, tak membuatnya rendah diri.

Sebagaimana peserta lain di MTQ yang punya asa juara, Misbah pun tekun berlatih. Sebelum MTQMN XV, selama tiga hingga empat bulan, dia berlatih sendiri, bersama teman, juga didampingi pelatih. 

"Saya murajaah, juga melancarkan tajwid-tajwid yang belum lancar," ucap pria yang juga aktif di lingkar studi pelajar ini.

Hasil berkata lain. Minggu (30/7/207) malam, panitia sudah memasang hasil penilaian Dewan Hakim. "Belum beruntung, mas" ujar rekan Misbah. 

Targetnya masuk final di MTQ ini pun pupus, namun semangatnya tak pudar. Pun dengan pesan inspiratif yang dia sampaikan melalui TIMES Indonesia.

"Buat teman-teman difabel semua, kita itu sama dengan manusia pada umumnya. Sebagai manusia, kita punya potensi karena Tuhan menciptakan manusia dengan potensinya," tuturnya.

"Yang kita perlukan adalah pengembangan potensi, cari potensi yang kita miliki di bagian apa."

Misbah mengajak untuk menggali dan mengolah potensi. Terpenting, kata dia, mengamalkan potensi yang dimiliki. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com