Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Produsen Ikan Asin Terpukul dengan Kenaikan Harga Garam

Home / Ekonomi / Produsen Ikan Asin Terpukul dengan Kenaikan Harga Garam
Produsen Ikan Asin Terpukul dengan Kenaikan Harga Garam Karyawan home industri ikan asin menata ikan di Desa Glodok, Kecamatan Palang Tuban, Rabu (26/07/2017) (Foto: Safuwan/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TUBAN – Dampak kelangkaan garam membuat produsen ikan asin di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terpaksa mengurangi komposisi penggunaan garam hingga lima puluh persen.

Ini dilakukan untuk menekan biaya produksi mengingat harga garam melambung tinggi mencapai Rp 5.000 per kilogram di pasaran.

Sujono (65), pemilik home industri ikan asin di Desa Glodok, Kecamatan Palang, Tuban,  mengaku merasakan dampak kelangkaan garam serta harganya yang terus melambung.

Sejak sepekan terahir, empat dari delapan karyawannya terpaksa diliburkan sementara. Bapak dua anak ini memutuskan untuk mengurangi biaya produksi yang membengkak akibat mahalnya harga garam.

“Terkendala garam langka, sulit mendapat garam. Harganya sekarang antara empat ribu sampai lima ribu per kilo gramnya,” kata Sujono, kepada TIMESIndonesia Rabu (26/07/2017).

Sujono, pria yang sudah 35 tahun sebagi pengusaha ikan asin ini menjelaskan, kebutuhan garam di lokasi pengeringan asin miliknya biasanya mencapai 4 kwintal per hari. Karena kondisi sekarang yang begitu sulit dan mahal, terpaksa garam yang digunakan untuk mengasinkan ikan dikurangi jadi hanya 2 kwintal untuk satu ton.

“Kalau harga garam stabil dulu per kilo hanya seribu rupiah, kalau ini saya paksakan  bisa kebanyakan biaya. Empat kwintal itu untuk satu ton ikan,” jelas Sujono.

Pengurangan pegawai dan penggunaan garam dirasa lebih efektif untuk menekan kerugian. Karena jika harga ikan yang dinaikan, maka ditakutkan para pelanggan akan lari.

“Ikan asin ini saya kirim ke berbagai daerah seperti Jombang, Mojokerto, Surabaya hingga Solo Jawa Tengah,” kata Sujono. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com