Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017
Opini

Penalaran Praktis Matematika

Home / Opini / Penalaran Praktis Matematika
Penalaran Praktis Matematika Abdul Halim Fathani (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, .BERPIKIR matematis merupakan kegiatan mental yang dalam prosesnya selalu menggunakan abstraksi dan/atau generalisasi. Salah satu hal penting yang diusung para ilmuwan di era Euclides adalah berpikir aksiomatis. 

Yaitu, suatu pernyataan yang dibuat harus berlandaskan pada pernyataan sebelumnya. Pernyataan sebelumnya harus berlandaskan pernyataan sebelumnya lagi dan seterusnya, sehingga sampai pada pernyataan yang paling awal diajukan. 

Pernyataan yang paling awal diajukan ini dianggap benar dan jelas dengan sendirinya. Pernyataan awal seperti itu disebut aksioma. Dengan aksioma kita tidak perlu membuktikan kebenarannya. Kebenarannya kita terima begitu saja karena telah jelas dengan sendirinya (Om Tris, 2006).

Misalnya, apabila kita menyatakan bahwa setiap siswa harus belajar Matematika. Maka, muncul pertanyaan selanjutnya, yaitu mengapa siswa perlu belajar matematika? Salah satu jawabannya adalah, agar dapat lulus ujian Nasional (UN). 

Pertanyaan berikutnya mengapa siswa perlu lulus ujian nasional (UN)? Karena, siswa ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Mengapa siswa ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi? Karena siswa tersebut ingin menjadi guru SMA (sesuai UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, guru SMA harus minimal lulusan S-1).

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com