Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Ini Cuplikan History of Java Karya Raffles tentang Suku Tengger

Home / Wisata / Ini Cuplikan History of Java Karya Raffles tentang Suku Tengger
Ini Cuplikan History of Java Karya Raffles tentang Suku Tengger Bocah Suku Tengger bermain di kalder lautan pasir Gunung Bromo (foto: Satu Tujuan Kreatif Manajemen)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Suku Tengger yang tinggal di kawasan Gunung Bromo, telah lama dikenal hingga mancanegara. Gubernur-Letnan Hindia Belanda, Thomas Stamford Raffles, bahkan menuliskan citra suku ini dalam buku The History of Java.

Buku itu diterbitkan di London, 1817 silam. Ia merupakan sebuah laporan perjalanan Raffles ke beberapa distrik di jawa bagian timur. Salah satunya ke kawasan Suku Tengger, yang akhir pekan ini menggelar ritual Yadnya Kasada di kawah Gunung Bromo.

Citra Suku Tengger itu, juga pernah dilaporkan Raffles di di forum masyarakat seni. Gubernur-Letnan Hindia Belanda antara 1811 dan 1816 itu, dibantu dua orang asistennya yaitu: James Crawfurd dan Kolonel Colin Mackenzie.

“Saya melihat orang Tengger yang hidup dalam suasana damai, teratur, tertib, jujur, rajin bekerja, dan selalu gembira. Aku bertanya tentang  perzinahan, perselingkuhan, pencurian, atau jenis-jenis kejahatan lainnya, mereka yang biasa disebut sebagai orang gunung itu menjawab bahwa hal-hal tersebut tidak ditemui di Tengger,” tulis Raffles dalam buku itu.

Suku Tengger diyakini sebagai keturunan Roro Anteng dan Joko Seger. Nama ‘Tengger’ yang disematkan pada suku ini, merupakan gabungan nama keduanya. Yaitu "Teng" akhiran nama Roro An-"teng", dan "ger" akhiran nama dari Joko Se-"ger".

Pasangan ini memiliki 25 anak. Dalam legenda yang selalu dipentaskan dalam sendratari menjelang Yadnya Kasada, Roro Anteng dan Joko Seger yang berjanji pada dewa untuk menyerahkan putra bungsu mereka, Raden Kusuma. Ini merupakan awal mula terjadinya upacara Kasada di Tengger.

Upacara kasada tahun ini, bertepatan dengan peringatan 200 tahun buku fenomenal tersebut. Upacara pun digelar lebih meriah dengan adanya Festival Eksotika Bromo di kaldera lautan pasir Gunung Bromo, Jumat (7/7/2017) sampai Sabtu (8/7/2017).

Upacara kasada sendiri, dimulai Minggu (9/7/2017) malam hingga Senin (10/7/2017) dini hari. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com