Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Jarang Dicuci, Seprai Bisa Menjadi Sumber Bakteri

Home / Gaya Hidup / Jarang Dicuci, Seprai Bisa Menjadi Sumber Bakteri
Jarang Dicuci, Seprai Bisa Menjadi Sumber Bakteri ILUSTRASI. Rutin mengganti seprai bisa membuat tidur lebih nyenyak. (Foto: juicemigourmet.com)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Seprai yang jarang dicuci bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Jika dibiarkan terlalu lama, kehidupan mikroskopis di dalam kerut dan lipatan seprai bahkan bisa membuat sakit. Disarankan Anda rajin mencuci seprai setidaknya seminggu sekali.

Dalam sebuah studi yang meneliti tingkat kontaminasi jamur di tempat tidur, para ilmuwan menemukan sampel bantal berisi bulu dan sintetis yang dipakai 1,5-20 tahun ternyata mengandung 16 spesies jamur. 

Selain jamur dan bakteri yang berasal dari keringat dan sel kulit, Anda juga tidur bersama mikroba asing di tempat tidur, termasuk bulu binatang, serbuk sari, tanah, serat, debu, dan kotoran.

Ahli mikrobiologi Universitas New York, Philip Tierno menuturkan jumlah semua mikroba itu menjadi signifikan dalam waktu sepekan. Tempat tidur yang kotor bisa memicu bersin karena mikroba sangat dekat dengan mulut dan hidung sehingga Anda hampir terpaksa menghirupnya.

"Bahkan, jika Anda tidak memiliki alergi, Anda bisa mengeluarkan respons alergi," katanya.

Membiarkan mikroba menumpuk satu hingga dua minggu sudah cukup untuk membuat tenggorokan gatal, terutama bagi orang yang memiliki alergi atau asma yang signifikan. 

"Jika Anda menyentuh kotoran anjing di jalan, Anda pasti ingin mencuci tangan. Anggap itu analogi dari tempat tidur Anda. Jika Anda melihat apa yang ada di tempat tidur, tapi tentu saja Anda tidak bisa melihatnya. Setelah beberapa lama, Anda harus bertanya pada diri sendiri apakah Anda ingin tidur di dalamnya?" ucapnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com