Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Hati-Hati, Posisi Tidur Ini Memicu Penyakit

Home / Kesehatan / Hati-Hati, Posisi Tidur Ini Memicu Penyakit
Hati-Hati, Posisi Tidur Ini Memicu Penyakit ILUSTRASi. Tidur dengan mulut terbuka. (Foto: masterfile.com)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tidur dengan mulut terbuka atau "mangap" adalah masalah yang dialami banyak orang. Bukan menjadi hal yang tanpa efek samping, tidur dengan mulut terbuka dapat mempengaruhi kualitas tidur dan kesehatan. Berikut efek samping tidur dengan mulut terbuka, dikutip dari Tempo.

1. Mendengkur
Tidur dengan mulut terbuka bisa menjadi salah satu penyebab mendengkur saat tidur. Saat mulut terbuka, otot langit-langit mulut juga dalam keadaan rileks pada posisi tersebut. Keadaan ini akan membuat lidah dan langit-langit mulut bergetar saat kita menarik napas dan menyebabkan dengkuran.

2. Sleep Apnea
Sleep apnea adalah kondisi berhenti bernapas sesaat ketika tidur. Penyebabnya adalah iritasi pada sistem pernapasan yang terjadi karena tidur dengan mulut terbuka. Penderita sleep apnea juga berpotensi mengalami serangan jantung.

3. Asma
Gejala asma bisa semakin parah bila tidur dengan mulut menganga. Penyebab utamanya adalah udara yang masuk lewat mulut langsung masuk ke paru-paru tanpa disaring lagi oleh hidung.

4. Napas Tak Sedap
Tidur dengan mulut terbuka menjadi salah satu pemicu bau napas tak sedap. Penyebabnya adalah perkembangan bakteri mulut yang terlalu banyak. Hal ini bisa terjadi akibat mulut kering saat kita bernapas lewat mulut dan menyebabkan liur pengusir bakteri mulut berkurang.

5. Gigi Keropos
Hasil penelitian menunjukkan tidur dengan mulut terbuka memperbesar risiko gigi keropos. Pengeroposan terutama terjadi di bagian belakang gigi. Penyebabnya adalah keasaman mulut turun dari kadar normal (sekitar 7,7) menjadi rata-rata (sekitar 6,6). Banyaknya zat asam di mulut pun menyebabkan enamel gigi terkikis dan membuat gigi keropos. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com