Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Wisata Banyuwangi Diserbu Pengunjung, Nasional Naik 150 Persen

Home / Wisata / Wisata Banyuwangi Diserbu Pengunjung, Nasional Naik 150 Persen
Wisata Banyuwangi Diserbu Pengunjung, Nasional Naik 150 Persen Bupati Anas, Fitri Carlina, Menpar Arief dan Danang Dangdut Academy dalam acara Diaspora Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Foto : Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Musim libur Lebaran kali ini jumlah pengunjung wisatawan nusantara (wisnus) skala nasional naik 150 persen dari saat Bulan Puasa. Sementara di Banyuwangi, Jawa Timur beberapa obyek wisata juga mengalami peningkatan.

Misalnya Pantai Pulau Merah kedatangan 4.000 hingga 5.000 per hari, Bangsring Underwater 6.000 sampai 7.000 per hari, wisata Kecamatan Songgon dan sekitarnya 5.000 sampai 6.000 per hari  dan Puncak Ijen 2.000 hingga 3.000 per hari.

"Itu tiap hari ya Mas. Sabtu Minggu ini mungkin bisa diatas itu," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Banyuwangi, Minggu (2/7/2017).

Menteri Pariwisata Arief Yahya sendiri saat acara Diaspora Banyuwangi, Selasa (27/6/2017), menjelaskan hari biasa rata-rata per hari Indonesia memiliki 20 juta wisnus. Saat puasa jumlah itu turun menjadi 50 persen jadi 10 juta wisnus. Namun kembali naik 150 persen saat Lebaran menjadi 30 juta wisnus.

"Kalau wisnus saat puasa memang drop, tapi ada kompensasi saat lebaran naik 150 persen," kata Menpar Arief.

Sementara wisatawan mancanegara (wisman) jumlahnya turun saat Bulan Puasa, terutama negara mayoritas muslim seperti Malaysia, namun tidak ada kompensasi kunjungan saat Lebaran. Untuk itu Menpar memaksimalkan promosi wisata ke negara-negara yang tidak sensitif terhadap Bulan Puasa seperti Australia.

"Orang-orang Indonesia dan Malaysia enggan traveling saat Bulan Puasa. Maka di Australia yang kita promo besar-besaran," pungkas Menpar Arief. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com