Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Kelabui Petugas Lapas, Pembesuk Selundupkan HP Dalam Pembalut

Home / Peristiwa / Kelabui Petugas Lapas, Pembesuk Selundupkan HP Dalam Pembalut
Kelabui Petugas Lapas, Pembesuk Selundupkan HP Dalam Pembalut Kepala Lapas Kelas 2 B Banyuwangi, Arimin Bc.IP, S Pd (tengah), beserta jajaran, sedang menunjukan barang bukti HP dan Charger yang hendak diselundupkan pembesuk kepada suami yang berstatus tahanan. (Foto: Syamsul Arifin/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Ketelitian petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2 B Banyuwangi, pantas diacungi jempol. Pada Sabtu (17/6/2017), mereka berhasil menggagalkan penyelundupan HP, yang dilakukan pembesuk. Padahal, alat komunikasi elektronik tersebut disimpan dalam pembalut yang sedang digunakan.

Kepala Lapas Kelas 2 B Banyuwangi, Arimin Bc, IP, S Pd menjelaskan, penyelundupan tersebut dilakukan pembesuk atas nama Siami, warga Dusun Semalang, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, kepada suaminya, Efendi.

Mencoba mengelabui petugas, Siami menyimpan HP lengkap dengan kabel Charger, di dalam pembalut wanita yang sedang dia gunakan. Namun sayang, pengamanan Lapas Bumi Blambangan, ini lebih ketat dari yang dia pikirkan.

“Menggunakan alat metal detektor, petugas Lapas wanita, Erlyn, berhasil menggagalkan perbuatan pembesuk ini,” ucap Kalapas Banyuwangi.

Kepada petugas, Siami mengaku sengaja menyelundupkan HP beserta Charger, agar dia bisa berkomunikasi dengan sang suami, Efendi, yang sedang mendekam didalam Lapas. Terlebih dalam waktu dekat memang lebaran.

Selanjutnya, barang bukti langsung disita. Sedang pembesuk dikenakan sanksi black list tidak boleh melakukan aktivitas besuk hingga waktu yang ditentukan. Sedang si suami, yang berstatus tahanan titipan kasus penganiayaan, juga dijatuhi hukuman khusus.

“Dan sudah menjadi komitmen kami, di ruang tahanan tidak boleh membawa HP, jangankan pengunjung, petugas pun tidak boleh masuk keruang tahanan dengan membawa HP,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com