Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Daop IX Intensifkan Pemeriksaan Jalur Kereta di Titik Rawan

Home / Peristiwa / Daop IX Intensifkan Pemeriksaan Jalur Kereta di Titik Rawan
Daop IX Intensifkan Pemeriksaan Jalur Kereta di Titik Rawan ILUSTRASI: Rel kereta api. (Foto: dipomojosari)

TIMESINDONESIA, JEMBER – PT. Kereta Api Daerah Operasi (Daop) IX Jember menyiapkan aspek prasarana untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, selama pelaksanaan perjalanan angkutan lebaran 2017.

Sarana prasarana pendukung atau Alat Material untuk Siaga (AMUS) ini ditempatkan di titik-titik rawan bencana seperti longsor, tanah labil atau banjir.

Manager Humas PT. KAI Daop IX Jember Luqman Arif menyampaikan, selain penempatan AMUS berupa batu kricak, kayu,  pasir, dan bantalan besi, tim juga meningkatkan intesitas pemeriksaan diseluruh jalur wilayah Daop IX. 

"Terdapat 18 titik yang teridentifikasi rawan terjadi bencana alam, dan petugas kami sudah siap berada di titik rawan tersebut," ucapnya, Selasa (13/6/2017).

Titik rawan yang dimaksud antara lain, rawan banjir yang ada disepanjang jalur antara Stasiun Probolinggo hingga Stasiun Pasuruan.

Sedangkan daerah rawan bencana longsor berada di antara Stasiun Garahan-Mrawan, Stasiun Mrawan-Kalibaru, dan Stasiun Jember-Kalisat.

"Untuk itu pemeriksaan jalur kereta api terus dilakukan, agar saat berlangsungnya arus mudik dan balik bisa berjalan dengan lancar," ujarnya.

Selain pengecekan dan penyiapan AMUS di daerah rawan, Daop IX Jember juga berkerjasama dengan aparat di wilayah setempat dan menyiapkan 3 titik pos kesehatan untuk memfasilitasi penumpang atau petugas yang sakit atau membutuhkan bantuan medis.

"Kami bekerjasama dengan Polri, TNI, dan petugas pengamanan lainnya. Sejumlah 96 personel akan tersebar dititik tersebut. Kemudian untuk pos kesehatan akan ditaruh di stasiun Probolinggo, Jember dan Banyuwangi yang masing-masing ada dokter dan paramedik," ucapnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com