Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Indonesia Ajukan Banding di WTO Ekspor "Certain Fatty Alcohols" di UE

Home / Ekonomi / Indonesia Ajukan Banding di WTO Ekspor "Certain Fatty Alcohols" di UE
Indonesia Ajukan Banding di WTO Ekspor ILUSTRASI - Kemendag melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri tengah berjuang di WTO terkait produk turunan produk kimia turunan dari minyak nabati (sawit). (Foto: Sindonews)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri tengah memperjuangkan keputusan panel Dispute Settlement Body (DSB) WTO di tahapan lebih tinggi, yaitu forum Appellate Body (AB) WTO, untuk sengketa certain fatty alcohols asal Indonesia di Jenewa, Swiss .

Sebelumnya, Indonesia keberatan terhadap putusan panel DSB yang memenangkan UE atas penerapan Article 2.3 & 2.4; serta Article 3.1 & 3.5 Anti-Dumping Agreement (ADA) dan Indonesia hanya memenangkan klaim terkait article 6.7 ADA mengenai transparency of investigation report.

Putusan panel tersebut menghasilkan posisi 2:1 untuk UE yang tidak menguntungkan bagi Indonesia . “Indonesia mengajukan banding ke AB - WTO  yang akan berfokus pada SEE karena mempunyai artipenting khususnya bagi metodologi penentuan normal value untuk harga ekspor dan harga domestik bagi produsen/eksportir yang memiliki afiliasi di luar negeri,” kata Dirjen Daglu Oke Nurwan dalam pernyataan persnya di Jakarta (9/6).

Secara terminologi, SEE menerangkan jika perusahaan induk dan anak perusahaan dikontrol oleh perusahaan induk, maka kondisi ini dikatakan sebagai satu kesatuan unit ekonomi (SEE).

“SEE digunakan oleh hampir seluruh produsen/eksportir Indonesia di sektor minyak kelapa sawit . Putusan panel WTO mengenai SEE ini apabila dimenangkan Indonesia, dapat menjadi yurisprudensi untuk kasus serupa di masa mendatang. Indonesia akan bersikap tegas dalam menghadapi sikap UE dan mengharapkan hasil yang positif dari keputusan AB WTO, ” ujar Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati.

Gugatan Indonesia ini berawal dari penyelidikan Anti-Dumping European Commission (EC) yang dimulai sejak 13 Agustus 2010 berdasarkan permohonan dua industri domestik certain fatty alcohols di UE , yaitu Cognis Gmbh dan Sasol Olefins & Surfactants Gmbh. Dari hasil investigasinya, UE mengenakan Bea Masuk Anti - Dumping (BMAD) yang efektif berlaku pada  8 November 2011 hingga November 2016 sebesar €45,63/MT-€80,34/MT untuk  produsen/eksportir Indonesia.

Setelah keluarnya keputusan UE ini, produsen/eksportir Indonesia mengajukan banding pada pengadilan lokal (General Court of the EU) dengan hasil satu produsen/eksportir berhasil dibebaskan dari penerapan BMAD.

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com