Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Anggota Keluarga Ditahan, Warga Muncar Lapor Propam Polres Banyuwangi

Home / Peristiwa / Anggota Keluarga Ditahan, Warga Muncar Lapor Propam Polres Banyuwangi
Anggota Keluarga Ditahan, Warga Muncar Lapor Propam Polres Banyuwangi Ompos, menunjukan surat dari Samsul Arifin alis Cece, tahanan yang diduga mengalami aksi kekerasan dari oknum anggota Polres Banyuwangi. (Foto: Hafil Ahmad/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Lindawati (34), beserta keluarga, didampingi Kepala Desa (Kades) Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, H Abdurrachman, mendatangi kantor Provost dan Paminal (Propam) Mapolres setempat. Mereka melaporkan dugaan tindakan kekerasan dan diskriminasi dari petugas Kepolisian yang menimpa Samsul Arifin alias Cece (37), yang tak lain adalah kakak Lindawati.  

Cece adalah tahanan kasus narkoba yang ditangkap pada Jumat, 2 Juni 2017 lalu. Diceritakan, saat penangkapan Cece yang sedang mengendarai motor, tiba-tiba dihadang oknum anggota Satnarkoba Polres Banyuwangi, ketika melintas di gang Patemon, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Di situ dia langsung dihajar. Karena menderita luka, oleh oknum petugas Cece langsung dilarikan ke Puskesmas Kedungrejo untuk menjalani perawatan medis. “Lalu kakak saya dibawa ke Polres,” ucap Lindawati, Sabtu (10/6/2017).

Mendengar Cece ditahan, pihak keluarga bergegas menuju ke Mapolres Banyuwangi, untuk memastikan.

Tapi sayang, Polisi melarang keluarga untuk menemui pelaku. “Kita baru diizinkan menjenguk pada 6 Juni, tapi, pada hari Selasa tanggal 6 Juni, pihak keluarga masih belum dapat menemui. Alasannya masih dalam proses penyelidikan, akhirnya kita mengadu ke Provost Polres Banyuwangi, karena terus dihalangi saat akan menjenguk Cece, kami menilai ada yang janggal,” katanya.

Prasangka Lindawati tersebut bukan tanpa alasan. Karena dihari yang sama, yakni Selasa, 6 Juni 2017, Asari, pengunjung tahanan lain diperbolehkan menjenguk keluarganya. Padahal, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, tersebut juga menyambangi famili dengan jeratan kasus yang sama, yakni narkoba.  

“Saat itu Cece menitipkan surat kaleng kepada pengunjung tahanan, katanya suruh diberikan pada pengunjung yang ada diluar, maksudnya itu kami, isi surat kalengnya, 'Barang bukti bkn py aku. Aku dihajar suruh ngaku. Yang naruh riski. Bilang ama Ompos', Ompos adalah teman kakak saya,” ungkap Linda.

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com