Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017
HTI Dibubarkan

HTI Dibubarkan, Ini Kata Para Tokoh Malang

Home / Peristiwa - Daerah / HTI Dibubarkan, Ini Kata Para Tokoh Malang
HTI Dibubarkan, Ini Kata Para Tokoh Malang ILUSTRASI - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) (Foto: SindoNews)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, MALANG – Pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) disambut positif oleh beberapa tokoh di Malang Raya. 

Salah satunya Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang, Hasan Abadi. Menurut dia, walau pemerintah telat dalam membubarkan ormas ini, namun langkah ini wajib disyukuri. 

"Akhirnya pemerintah bertindak tepat dan terukur," beber dia. 

Meski begitu, dia meminta agar tetap l waspada, karena masih sangat mungkin HTI bermetamorfosis menjadi berbagai macam bentuk dan menjadi sel-sel yang sulit jangkauannya.

Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Kepanjen, itu berpendapat, ini saatnya Pemerintah  harus mengarusutamakan organisasi-organisasi yang setia kepada Pancasila dan NKRI.

"Pekerjaan rumah tentang radikalisme tetap harus menjadi fokus  garapan pemerintah, karena tidak hanya HTI yang mengusung radikalisme. Masih banyak organisasi lain yang malah jauh lebih hardcore radicalism," tegas dia kepada TIMES Indonesia, Senin (8/5/2017).

Sementara itu, Rektor Unisma, Prof Dr Masykuri Bakri, berpendapat, pembubaran itu sudah dipikirkan secara matang oleh pemerintah. Terutama dalam rangka menciptakan Indonesia damai. 

"Pemerintah juga tidak gegabah dalam mengambil keputusan mbak, mungkin itu yang akan membawa kemaslahatan umat," kata dia, Senin (8/5/2017). 

Tokoh NU ini juga menegaskan, Islam itu damai. Mestinya seluruh organisasi keagamaan yang ada di negara kita juga harus ikut mnciptakan kedamaian, dan sekaligus mnciptakan harmonisasi dalam keragaman dan perbedaan

"Maka seluruh proses pendidikan mestinya juga mengarahkan pada hal tersebut, tidak ekstrem dan fanatik sempit untuk kelompok tertentu," tegas dia. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com