Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Fraksi Gerindra Ingin Presidential Theshold Nol Persen

Home / Politik / Fraksi Gerindra Ingin Presidential Theshold Nol Persen
Fraksi Gerindra Ingin Presidential Theshold Nol Persen Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra, Ahmad Riza Patria di Kompleks Parlemen Senanyan, Jakarta. (Foto: Hasbullah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Fraksi Partai Gerindra DPR RI menginginkan agar presidential threshold atau ambang batas pengajuan calon presiden dihilangkan. 

"Kami tatap konsisten, ambang batas pengajuan calon presiden nol persen," jelas Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi Gerindra, Ahmad Riza Patria di Kompleks Parlemen Senanyan, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Usul mengenai presidential threshold nol persen memang masih menjadi tarik-ulur dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) di DPR. 

Bila ambang batas ini dihilanglan Rizal yakin, demokrasi akan lebih baik karena memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi partai politik (Parpol) untuk dapat mencalonkan capresnya pada setiap pemilu, utamanya pada Pilpres 2019 mendatang. 

Dikatakan, presidential threshold nol persen bakal berimplikasi pada penguatan Parpol. Kedepan partai peserta Pemilu tak hanya menyiapkan kader untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) saja, namun juga dapat mengusung Capres. 

"Ini juga merupakan bagian penguatan Parpol sehingga ke depan Parpol tak hanya menyiapkan legislatif di dewan tapi juga calon-calon gubernur/bupati di Pilkada dan Capres," terang Riza yang juga menjadi Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu itu.

Diketahui, mayoritas fraksi di Pansus RUU Pemilu telah bersepakat agar ambang batas presidential threshold dihilangkan. Dalam pembahasan rapat internal Pansus, hingga 2 Mei kemarin hanya tiga fraksi saja yang belum setuju. 

Ketiganya yakni, fraksi Partai Demokrasi Indobesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem). 

Meski demikian, keputusan akhir akan dibawa dalam rapat Pansus RUU Pemilu pada 18 Mei 2017 mendatang. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com