Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Penyanderaan Anggota Satpolair Polda Jatim, Kapolres Sebut Hanya Salah Paham

Home / Peristiwa - Daerah / Penyanderaan Anggota Satpolair Polda Jatim, Kapolres Sebut Hanya Salah Paham
Penyanderaan Anggota Satpolair Polda Jatim, Kapolres Sebut Hanya Salah Paham Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto (kanan) usai bernegoisasi dengan nelayan Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.( Foto : Romi Syahroni/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto, menyebut penyanderaan 7 anggota Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polda Jawa Timur oleh ratusan nelayan Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, hanya salah paham.

“Tadi ada kesalahpahaman saja antara warga dengan anggota, dan disitu ada nelayan yang kebetulan membawa bibit lobster dari laut, saat di cek ternyata benar. Karena kondisinya pagi, akhirnya memancing warga untuk berdatangan," katanya, usai bernegoisasi di kator Kecamatan Purwoharjo, Selasa (25/4/2017).

Sebelumnya, negoisasi yang digelar antara Kapolres, Camat Purwoharjo, Kepala Dusun Kampungbaru, Desa Grajagan beserta sejumlah tokoh nelayan, tak berlangsung lama. Begitu selesai, kepada awak media Kapolres Agus Yulianto, menegaskan bahwa tidak ada insiden apapun yang terjadi di lokasi.

"Tidak ada penyanderaan anggota, itu hanya kebetulan lokasi TPI (Tempat Pelelangan Ikan) itu tempatnya warga, dan ada anggota di situ ahirnya menarik warga lainya untuk berkumpul kelokasi tersebut," ungkapnya.

Pernyataan tersebut bertentangan dengan pengakuan warga nelayan Desa Grajagan. Mereka bersikukuh bahwa teman mereka, Supri, awalnya ditangkap anggota Satpolair Polda Jawa Timur, lantaran kedapatan membawa 30 ekor baby loster. Begitu diketahui, ratusan nelayan lain langsung berdatangan dan menyandera 7 anggota Satpolair Polda Jatim.

"Pas warga emosi datang Anggota TNI Angkatan Laut, dan membawa 7 petugas ke Pos Angkatan Laut (AL) Grajagan," katanya.

Dari rekaman video amatir durasi 2,53 menit yang diambil warga, terlihat suasana penyenderaan 7 anggota Satpolair Polda Jatim, cukup mencekam. Warga yang marah melihat teman seprofesi ditangkap, berteriak mengancam akan membakar dua mobil petugas.

"Kami tidak jualan narkoba, itu ekonomi kita, kami juga butuh makan, lepaskan teman kami, bakar-bakar," suara teriakan warga bersahutan yang terekam kamera.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan Supri, salah satu nelayan penangkap benur di Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, oleh anggota Satpolair Polda Jawa Timur berbuntut panjang. Ratusan nelayan lain yang mengetahui kejadian tersebut marah dan langsung menyandera 7 anggota Satpolair Polda Jawa Timur. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com