Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Pejabat Probolinggo Bakar Ribuan Narkoba

Home / Peristiwa - Daerah / Pejabat Probolinggo Bakar Ribuan Narkoba
Pejabat Probolinggo Bakar Ribuan Narkoba Kajari, Kapolres dan Kadis Kesehatan Kabupaten Probolinggo membakar ribuan barang bukti kasus narkoba (foto: Iqbal/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Nadda Lubis, membakar ribuan barang bukti narkoba bersama Kapolres AKBP Arman Asmara Syarifuddin, dan Kepala Dinas Kesehatan setempat, Sodik Tjajyono, Selasa (11/4/2017).

Meliputi 5.506 butir pil Dextromethorphan (dextro), 33.371 pil Trihexyphenidil (trek), dan sabu seberat 4 gram.

Selain itu, 18 unit telpon yang menjadi barang bukti kasus narkoba, juga dibakar di dalam tong. “Ini adalah pemusnahan dari tindak pidana umum, yang merupakan amanat hukum acara dan Program Kejagung.

Pemusnahan barang bukti kali ini dikhususkan untuk tindak pidana narkoba. Setidaknya ada 17 perkara,” kata Kajari Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis.  

Kajari menuturkan, selain merupakan program rutin untuk menciptakan kondisi yang kondusif zona zero, juga untuk menghindari kesalah pahaman di kalangan masyarakat. Apalagi, barang bukti ini sudah mempunyai hukum tetap selama 3 bulan terakhir.

“Dengan ada pemusnahan ini, jadi bisa menghindari penggelapan barang bukti atau penggunaan barang bukti tidak sesuai haknya oleh aparat,” katanya kepada wartawan, usai pemusnahan.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, kasus narkoba di wilayah hukumnya didominasi oleh penyalahgunaan edar farmasi tanpa izin, seperti dextro dan trek. Pengedar pil haram itu menyasar kalangan pemuda dan pelajar sebagai sasarannya.  

“Untuk langkah preventif, kami menggandeng dinas kesehatan, dinas pendidikan dan kejaksaan untuk mensosialisasikan tentang bahaya narkoba.

Karena mereka inilah yang menjadi sasaran dari para bandar dan pengedar,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com