Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Bupati Anas: Percuma Ekonomi Tumbuh Kalau Anak-Anak Kena Narkoba

Home / Peristiwa / Bupati Anas: Percuma Ekonomi Tumbuh Kalau Anak-Anak Kena Narkoba
Bupati Anas: Percuma Ekonomi Tumbuh Kalau Anak-Anak Kena Narkoba Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka pembekalan Kominda Banyuwangi. (foto: Humas Pemkab for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menegaskan agar usaha menjauhkan  anak-anak dari narkoba semakin ditingkatkan. Hal itu disampaikannya dalam acara pembekalan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur di aula Rempeg Jogopati, lingkungan Kantor Bupati, Senin (20/3/2017).

Anas berharap, anggota Kominda yang hadir mengutamakan penumpasan peredaran narkoba di kalangan masyarakat. Karena pengedar juga telah mengembangkan berbagai cara untuk menyalurkan narkoba ke tangan warga, diantaranya dengan menyamar sebagai pemancing ikan yang masuk ke Banyuwangi melalui pelabuhan-peabuhan tikus di garis pantai Banyuwangi.

“Tidak ada gunanya ekonomi tumbuh kalau anak-anak terkena narkoba. Penangkalan narkoba kita lakukan sebagai pembangunan sumber daya manusia kita,” kata Anas.

Pihaknya juga telah mengangkat Inspektur Cilik di masing-masing SD untuk yang bertugas mengingatkan kawannya akan makanan yang sehat dan tidak sehat. Puskesmas juga sudah diintruksikan memeriksa jajanan yang dikonsumsi siswa sekolah sekitarnya.

Selain itu, Anas juga berpesan agar Kominda membantu Pemda dalam usaha penerimaan pajak, terutama pajak dari badan usaha masyarakat, kos-kosan, home stay dan restoran di semua kecamatan. Ditemukan banyak desa yang penerimaan pajaknya usaha kurang maksimal.

“Ada rumah makan cepat saji franchise di Banyuwangi bayar pajak per bulan Rp 50 juta. Nah ada restoran lain yang jauh lebih ramai hanya membayar, Rp 150 hingga 300 ribu per bulan. Ini yang kita harapkan tertib pajak,” pungkas Anas.

Pertemuan pembekalan diikuti 70 peserta yang merupakan intel dari Kodim 0825 Banyuwangi, Polres Banyuwangi, Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Pangkalan TNI-AL Banyuwangi, Dinas Kesbangpol Banyuwangi, Kemenag Banyuwangi, Bea Cukai Banyuwangi, Kantor Imigrasi Jember, Camat, Babinsa, Babinkamtibmas, Satpol-PP, Kades dan Lurah serta intel dari Korem yang bertugas di Banyuwangi.

Sementara itu, acara diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran peserta dalam menangani narkoba, teknik penyelidikan, potensi munculnya komunisme dan radikalisme, Kesbangpol, ormas, imigrasi dan penanganan bencana alam.

Selain itu dibahas juga terkait pembangunan ESDM, perkembangan daerah, identifikasi masalah, sudut pandang Pengadilan Agama Banyuwangi terkait ekonomi syari'ah dan undang-undang ITE dan jurnalistik. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com