Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Urine Positif Narkoba, Kades Kendalrejo Ditetapkan Sebagai Tersangka

Home / Peristiwa / Urine Positif Narkoba, Kades Kendalrejo Ditetapkan Sebagai Tersangka
Urine Positif Narkoba, Kades Kendalrejo Ditetapkan Sebagai Tersangka Dedi Suntoro, Kepala Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, saat diwawancarai wartawan. (Foto : Ahmad Su'udi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Satuan Narkoba Polres Banyuwangi menetapkan Kepala Desa (Kades) Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Dedi Suntoro, sebagai tersangka. Hasil tes urine yang dilakukan di Rumah Sakit Yasmin, Banyuwangi, menyatakan dia positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.  

“Sudah kita tetapkan sebagai tersangka, saat ini sedang kita kembangkan, dia hanya pemakai atau pengedar,” ucap Wakapolres Banyuwangi, Kompol M Yusuf Usman, saat menggelar pers rilis hasil ungkap kasus narkoba di halaman Mapolres setempat, Senin (27/2/2017).  

Penangkapan Dedi Suntoro ini adalah pengembangan kasus narkoba dari tersangka Sutrisno, warga Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo. Tukang dokar tersebut ditangkap Polsek Tegaldlimo pada 16 Februari 2017 lalu. Dalam pemeriksaan, Sutrisno mengaku mendapat 3 paket serbuk putih terlarang golongan I atau sabu dari Dedi Suntoro.  

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya Dedi Suntoro, ditangkap petugas Satuan Narkoba Polres Banyuwangi, di rumah Sugianto, warga Bangorejo, pada Sabtu 17 Februari 2017 lalu. 

“Dia positif pengguna, sementara hanya bersama-sama melakukan, bukan pengedar,” imbuh Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Agung Setya Budi.  

Dari kasus ini, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 3 buah paket sabu dengan berat 2,78 gram, 1 buah pipet kaca, 13 buah sedotan, 2 korek api dan 2 unit telepon selular.  

Sementara itu, dihadapan petugas, Kades Kendalrejo, Dedi Suntoro, membantah telah mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Barang bukti sabu yang ditemukan Polisi juga disebut bukan miliknya.  

“Saya tidak tahu barangnya dari mana, itu milik teman, saat ditangkap saya hanya nongkrong saja,” katanya.  

Seperti diberitakan sebelumnya, Kades Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Dedi Suntoro, pernah kabur dari penggerebekan Satnarkoba Polres Banyuwangi, pada 30 November 2016. Dia menjadi bidikan Polisi lantaran diduga menjadi pemasok narkoba atas tersangka Mamang, warga Rogojampi.  

Dalam usaha menghindari petugas, Kades Dedi Suntoro sempat kabur sekitar 57 hari. Begitu kembali menampakan batang hidung, dia langsung menjalani pemeriksaan Polisi. Namun, entah kenapa, dia bisa kembali berdinas menjadi Kades, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Hingga akhirnya Dedi Suntoro ditangkap.  

Informasinya, Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, disebut-sebut sebagai pasar potensial bagi para pengedar narkoba jenis sabu. Di situ, disinyalir banyak terdapat pemakai serbuk putih terlarang tersebut. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com