Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017
Ketahanan Informasi Nasional

Rektor Unikama: Marak Hoax Akibat Rendahnya Kemampuan Literasi

Home / Peristiwa - Nasional / Rektor Unikama: Marak Hoax Akibat Rendahnya Kemampuan Literasi
Rektor Unikama: Marak Hoax Akibat Rendahnya Kemampuan Literasi Rektor Universitas Kanjuruhan Malang, Dr Pieter Sahertian, M.Si. (Grafis: TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, MALANG – Di era teknologi informasi saat ini, setiap pola pikir, pola sikap dan pola tindak individu sangat dipengaruhi oleh informasi yang diserap melalui media. Baik media mainstream maupun media sosial (Medsos). 

Jika mencemati kondisi saat ini, begitu merebaknya arus informasi di media sosial yang jauh dari kebenaran empiris. Hal ini jelas disebabkan karena sebagian masyarakat mengalami  apa yang disebut dekadensi nalar etis atau moral serta nalar ilmiah akibat dari rendahnya kemampuan literasi. 

“Bila hal tersebut terus dibiarkan, maka akan berdampak pada tergangganya relasi antar individu atau kelompok yang pada akhirnya akan mempengaruhi eksistensi NKRI,” jelas Rektor Universitas Kanjuruhan (Unikama) Malang, Dr Pieter Sahertian, kepada TIMES Indonesia, Senin (13/2/2017).

Pemerintah katanya, sudah memiliki instrumen untuk menangkal berita-berita hoax yang bernuansa fitnah, bohong, agitasi dan lain-lain, yaitu dengan instrumen hukum, ada KUHP, UU ITE dan lainnya. 

“Jika pemerintah tidak melakukan tindakan tegas, maka akan semakin bebas bersliweran berita-berita yang sangat tidak mendidik atau membelajarkan masyarakat yang notabene kemampuan literasinya juga cenderung rendah,” jelasnya.

Kemampuan literasi masyarakat katanya, harus terus ditingkatkan. Hal itu bisa dilakukan melalui pendidikan dasar dengan pilihan-pilihan bacaan yang edukatif dan membangun serta mengimbau secara terus menerus agar masyarakat dengan bijak dan selektif dalam mengakses berita-berita di Medsos.

Misalnya, dengan cek dan direcek kebenaran berita tersebut dan jangan mudah share info-info yang bernuansa SARA yang dapat memperkeruh relasi sosial yang merupakan budaya bangsa Indonesia, toleran dan gotong royong. 

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com