Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

HT Minta Pemerintah Awasi Internet Asing

Home / Tekno / HT Minta Pemerintah Awasi Internet Asing
HT Minta Pemerintah Awasi Internet Asing Pembukaan Konvensi Nasional Media Massa di Ambon. (Foto: kominfo for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Terkoneksinya jaringan internet se-nusantara ternyata juga bisa membawa masalah jika dibiarkan bebas. Terutama makin menjamurnya pengelola internet asing yang masuk ke tanah air.

Hal itu disampaikan CEO Media Nusantara Citra (MNC) Grup Harry Tanoesudibyo yang juga tampil sebagai pembicara dalam Konvensi Nasional Media Massa “Integrasi Media Nasional Dalam Lanskap Komunikasi, Global: Peluang dan Tantangan” di Baileo Siwalima, Kota Ambon, Maluku, Rabu, (8/2) pagi.

HT, sapaan akrabnya, mengingatkan perlunya pembatasan yang sangat ketat terhadap internet asing yang beroperasi di Indonesia. Ia menilai, kehadirian jaringan internet asing di tanah air memberikan ancaman yang sangat serius. Tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi sosial, budaya, dan lain-lainnya.

“Internet asing mengancam stabilitas nasional. Dari sisi sosial, internet asing juga telah mengubah budaya bangsa. Ini harus diatur regulasinya. Negara harus hadir melindungi kepentingan nasional,” kata HT.

Dia mencontohkan di RRT. Pemerintah Tiongkok melarang beroperasinya mesin pencari Google. Pada saat bersamaan juga menumbuhkembangkan mesin pencari local seperti Baidu. Hasilnya terbukti sukses.

Hal itu diakui CEO Baidu Digital Indonesia, Bao Jianlie. Ia mengatakan, Baidu merupakan perusahaan search engine Tiongkok pertama yang terdaftar dan masuk dalam 100 besar di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat.

Sejak tahun lalu, menurut Jianlie, Baidu bekerja sama dengan Kementerian Kominfo dan mencari mitra lokal untuk membangun bisnisnya.

“Saya baru pertama kali datang ke Ambon. Saat tiba saya coba aplikasi di sini untuk mencari rumah makan di Ambon, saya tidak menemukannya, tetapi dengan menggunakan Baidu, saya kaget ternyata ada yang masuk,” kata Jianlie. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com