Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017
OTT Hakim MK

OTT Patrialis Akbar Soal Permohonan Uji Materi UU

Home / Peristiwa - Nasional / OTT Patrialis Akbar Soal Permohonan Uji Materi UU
OTT Patrialis Akbar Soal Permohonan Uji Materi UU ILUSTRASI: Suap. (Grafis: TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar, diketahui soal dugaan uji materi Undang-Undang (UU).

Dari data yang dihimpun TIMES Indonesia, Patrialis diduga menerima sejumlah uang terkait dengan uji materi suatu Undang-Undang.

Namun, belum jelas soal uji materi Undang-Undang apa yang di janjikan oleh bekas Wakil Ketua Fraksi Reformasi DPR RI, pada periode 1999-2004 lalu itu.

BACA JUGA: Patrialis Akbar Ditangkap, Ketua KPK: Benar, Informasi Sudah Kami Terima

Kepada wartawan, Ketua KPK Agus Rahardjo, membenarkan tentang operasi tangkap tangan (OTT) tersebut.

Agus menyebutkan bahwa ada beberapa pihak yang juga ditangkap selain Patrialis.

BACA JUGA: Ketua MK: Ya Allah, Mohon Ampun, Saya Tak Bisa Menjaga MK

"Ada sejumlah pihak yang diamankan saat ini. Terkait dengan lembaga penegak hukum," tegasnya, Kamis (26/1/2017).

Ditempat berbeda, terkait dengan OTT itu, Ketua MK Arief Hidayat mendukung upaya OTT yang dilakukan KPK. 

Namun, Arief menyebut OTT itu terkait dengan pribadi dan bukan institusi. "Itu persoalan pribadi, bukan lembaga," katanya.

Karena itu, pihaknya mempersilakan dan mendukung KPK melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus tersebut. Termasuk di MK," katanya.

Sementara itu, terkait sosok Patrialis Akbar, dirinya adalah bekas anggota DPR dan menjabat hakim konstitusi sejak 2013 lalu.

Patrialis lahir di Padang, 31 Oktober 1958. Dari data website mahkamahkonstitusi.go.id, Kamis (26/1/2017), Patrialis besar dari keluarga Veteran.

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com